Namun perasaan takut
itu hilang ketika aku naik ke kelas 4 sd dan aku dipilih menjadi seorang dokter
kecil.Sebelumnya, aku berpikir “Apa iya orang kayak aku pantas jadi dokter
kecil”.Akhirnya mau gak mau aku jadi dokter kecil.
Sebelum menjadi dokter kecil ada suatu
mos / ospek .Dimana mos ini bertujuan tentang pengenalan bagaimana menjadi
seorang dokter kecil nantinya.Di mos ini aku mendapatkan pelajaran dari dokter -
dokter umum dan ada beberapa dokter gigi yang menjelaskan cara merawat gigi.Di
sini aku tambah semangat untuk menjadi dokter . Aku melihat mereka menggunakan
jas putih terlihat bersih .Aku menjalani ospek ini selama 3 hari.Kemudian
setelah resmi jadi dokter kecil aku diberi pakaian dan topi putih sebagai tanda
bahwa aku resmi jadi dokter kecil.Selama menjadi dokter kecil aku juga mendapat
jadwal piket.Saat itu aku mendapat jadwal piket setiap hari kamis dan
sabtu.Namun suatu hari ketika jadwal piketku tiba tepatnya hari sabtu , aku
semacam mendapat cobaan di hari itu. Hari itu tanpa sadar seorang teman ku
pergelangan tangannya sempat tergores oleh suatu cutter .Kejadian ini terjadi karena ia tak sengaja terkena sayatan cutter itu saat ia sedang memotong
kertas.Darahnya menetes banyak
sekali.Inilah cobaan pertama saya menjadi dokter kecil.Disini saya merasa bahwa
teman saya itu adalah pasien pertama saya.Saya sempat panik harus berbuat apa
karena saya bingung saat itu. Namun, saya memutuskan untuk moncoba tenang dan
mengobatinya. Saya mengambil kapas untuk menghentikan lukanya dan juga revanol
untuk membersihkan luka.Kemudian saya kasih betadine sebagai antiseptik.
Setelah itu saya bawa dia ke UKS untuk beristirahat karena tampaknya saat itu
ia tampak lemas sekali.Inilah pengalaman aku ketika pertama kali menolong orang.
Bertahun – tahun kemudian setelah tamat
sd aku melanjutkan ke suatu smp negeri si daerah saya.Di Smp sudah tidak ada
namanya dokter kecil lagi.Namun disini aku mendapatkan pelajaran tentang ilmu
kedokteran. Loh kok bisa? Emang di smp ada pelajaran kedokteran? Bukan dari
pelajaran smp namun dari diri aku sendiri.
Sewaktu kelas 2 smp aku sempat terkena
musibah. Aku terkena penyakit DB (Demam Berdarah). Sebelum terkena penyakit ini
aku sebenarnya sudah mengetahui gejala gejalanya. Karena aku sempat menggigil
pada waktu malam. Dan di saat itu aku sempat mengira ngira apakah aku benar terkena
DB karena saat sd dulu aku pernah ikut lomba dokter kecil dan aku sempat
mempelajari materi tentang penyakit DB .Gejala DB yang aku ingat waktu itu
ialah menggigil , demam, dan tampak bintik bintik merah di bagian lengan. Namun
malam itu aku hanya menggigil seketika aku langsung banyak minum air putih .
Setelah itu akupun berhenti menggigil . Di sini aku tenang , aku pikir “oh ga
papa mungkin cuma kedinginan”. Berhari – hari kemudian tubuhku berangsur angsur
mengalami demam yang naik dan turun.Mengetahui hal ini orang tuaku langsung
membawaku di rumah sakit .Inilah pengalaman aku pertama kalinya masuk rumah
sakit dan melihat para dokter yang sedang bertugas.Di rumah sakit itu aku di
tes darah .Sambil menunggu hasil lab tanpa sadar tanganku muncul bintik bintk
merah. Di sinilah aku memvonis diriku terkena DB.Selama dirumah sakit aku
sering memperhatikan bagaimana penggunaan infus , penggunaan jarum suntik. Aku
merasa excited dengan hal ini.Semua kegiatan itu membuatku
benar benar ingin menjadi dokter yang sebenarnya .Sampai - sampai bahwa aku
lupa aku sedangsakit saat itu.
Berangsur - angsur aku pulih dari sakitku
.Namun ternyata pelajaran kedokteran belumlah selesai. Aku diberi pelajaran
kedokeran yang lain dari Allah melalui sakit yang lain.Waktu itu aku kelas 3
smp.Aku terkena komplikasi penyakit yakni tipus dan muntaber.Penyakit ini
timbul karena aktivitasku yang sangat banyak saat itu.Selama 1 minggu itu
jadwalku adalah Sabtu - Minggu mengikuti Les,Senin belajar renang, Selasa dan
Kamis bermain basket, Rabu dan sabtu mengikuti ekstrakulikuler karate. Inilah
kegiatan yang membuat ku sakit parah waktu itu. Yah, disini ada sisi baik dan
buruknya .Baiknya aku punya banyak teman
dan pelajaran baru lagi tentang ilmu kesehatan. Buruknya aku sempat hampir lumpuh
selama 1 bulan karena aktifitas ini.
Selama sakit ini, aku masuk lagi ke rumah sakit untuk ke-2kalinya.Namun di sini aku sempat masuk ruang ICU (Intensive Care Unit).Aku masuk ke ICU karena ternyata dokter di suatu RSUD kurang cepat menangani aku sehingga bukannya bertambah baik malah bertambah buruk.Sehingga, aku haru masuk ICU di RSU di tempat lain Di ICU inilah aku mulai memahami ternyata dokter itu tidaklah hanya ada dokter umum dan gigi saja,tetapi ada juga yang namanya dokter spesialis.Ada 2 dokter spesialis yang merawat ku yaitu spesialis saraf dan spesialis penyakit dalam. Mereka merawatku dengan baik. Dan ternyata yang membuatku hampir lumpuh adalah kurangnya kadar kalium dalam tubuhku karena saat muntaber banyak sekali cairan yang keluar dari tubuhku, selain itu saya juga terkena tipus sehingga tubuhku terasa lemas.Dan didalam ICU inilah saya mulai memahami dunia profesi kedokteran yang sebenarnya.Dimana Kata orang jadi dokter itu hebat , keren ,nyaman. Ternyata dibalik itu semua tak semudah kata kata, aku melihat mereka dari pagi – malam kerja terus dan selalu memantau pasiennya.Dengan beragam sikap pasien dari yang tenang sampai yang ngeyel.Di ICU ini juga aku sempat melihat orang yang meninggal karena kecelakaan. Disinilah aku semacam dapat ilham dari Allah .Akupun berkata “Ya Allah sembukanlah tubuhku , dan aku berjanji akan menjaga tubuh pinjamanMu ini. Aku juga akan membantu orang orang yang memiliki riwayat hidup sepertiku”.Kata kata itulah yang memacu diriku untuk tetap semangat untuk hidup dan semakin meyakinkan diriku bahwa kedepan aku harus bisa menjadi seorang dokter yang sigap dan selalu peduli pada pasienku tanpa mengenal kasta ( kaya/ miskin).Dan juga aku ingin sekali menjadi dokter Spesialis Penyakit Dalam agar apabila ada seorang pasien yang bernasib seperti aku .Aku akan segera menolongnya.
Selama sakit ini, aku masuk lagi ke rumah sakit untuk ke-2kalinya.Namun di sini aku sempat masuk ruang ICU (Intensive Care Unit).Aku masuk ke ICU karena ternyata dokter di suatu RSUD kurang cepat menangani aku sehingga bukannya bertambah baik malah bertambah buruk.Sehingga, aku haru masuk ICU di RSU di tempat lain Di ICU inilah aku mulai memahami ternyata dokter itu tidaklah hanya ada dokter umum dan gigi saja,tetapi ada juga yang namanya dokter spesialis.Ada 2 dokter spesialis yang merawat ku yaitu spesialis saraf dan spesialis penyakit dalam. Mereka merawatku dengan baik. Dan ternyata yang membuatku hampir lumpuh adalah kurangnya kadar kalium dalam tubuhku karena saat muntaber banyak sekali cairan yang keluar dari tubuhku, selain itu saya juga terkena tipus sehingga tubuhku terasa lemas.Dan didalam ICU inilah saya mulai memahami dunia profesi kedokteran yang sebenarnya.Dimana Kata orang jadi dokter itu hebat , keren ,nyaman. Ternyata dibalik itu semua tak semudah kata kata, aku melihat mereka dari pagi – malam kerja terus dan selalu memantau pasiennya.Dengan beragam sikap pasien dari yang tenang sampai yang ngeyel.Di ICU ini juga aku sempat melihat orang yang meninggal karena kecelakaan. Disinilah aku semacam dapat ilham dari Allah .Akupun berkata “Ya Allah sembukanlah tubuhku , dan aku berjanji akan menjaga tubuh pinjamanMu ini. Aku juga akan membantu orang orang yang memiliki riwayat hidup sepertiku”.Kata kata itulah yang memacu diriku untuk tetap semangat untuk hidup dan semakin meyakinkan diriku bahwa kedepan aku harus bisa menjadi seorang dokter yang sigap dan selalu peduli pada pasienku tanpa mengenal kasta ( kaya/ miskin).Dan juga aku ingin sekali menjadi dokter Spesialis Penyakit Dalam agar apabila ada seorang pasien yang bernasib seperti aku .Aku akan segera menolongnya.

0 komentar:
Posting Komentar