Selasa, 17 Februari 2015

MASUK FK : BUTUH DOA DAN USAHA part 3

        Kemudian masa SMPpun berakhir dan masuklah masa SMA.Di SMA ini Alhamdulillah aku sehat  dan ga ada penyakit lagi .Namun disini aku harus bersiap siap untuk kedepan karena setelah masa SMA aku harus menjalaani masa perkuliahan dan pilihan kuliahku adalah kedokteran. Di masa SMA ini aku mencari pengalaman tentang kedokteran melalui mengikuti perlombaan olimpiade kedokteran yang diadakan oleh FK-UNAIR.Walaupun, aku tidak menang aku sempat mendapat pengalaman dari senior yang sudah berada dikedokteran.

        Masa penerimaan mahasiswa baru dimulai.Disini aku mulai bersiap untuk menuju dunia perkuliahan di jurusan kedokteran.Aku mulai dari daftar di UNDIP ternyata aku aku gagal .Aku gagal karena saat mengerjakan soal lembar jawabanku basah.Lembar jawabanku basah oleh keringatku yang keluar.Saat itu menjawab jawaban itu aku sangat gerogi dan keringat dinginnya keluar.Aku sudah mencoba meminta ganti lembar ,tetapi kata pengawas tidak apa apa.Kemudian aku cek ke guru lesku katanya lembar jawaban itu tidak boleh basah atau sobek nanti tidak kebaca hasil jawabannya. Dan ternyata benar aku gak diterima dan kemungkinan besar karena hal itu.Kemudian aku coba lagi daftar di UGM kali ini kesalahannya hampir sama.Berbeda dari tes UNDIP karena aku sudah bawa kain untuk mengeringkan keringatku sewaktu mengalir. Kesalahan kali ini yakni lembar jawaban itu berlubang di waktu - waktu terakhir.Hal ini terjadi sewaktu aku hendak menghapus jawabanku dengan pengahapus.Aku sempat pasrah ya mau gimana lagi waktu sudah mepet.Waktu pengumuman tiba dan aku lagi lagi tidak diterima  . Aku sempat syok dan stress.Orang tua sempat bilang “Apa kamu ga usah jadi dokter aja gimana?” Aku tetap dengan pendirianku aku akan tetap ingin menjadi seorang dokter sesuai janjiku dimasa lalu.Akupun mencoba mendafar di FK swasta.Dan Akhirnya akupun diterima di FK swasta. Akupun senang impianku menjadi dokter sudah didepan mata tinggal melaksakan pendidikan ini selama kurang lebih 6 tahun sampai bisa praktik sendiri.Jadi dari ceritaku ini dapat disimpulkan bahwa masuk fk itu harus benar benar didasari dengan kemauan, usaha ,dan DOA karena apabila kamu hanya ingin masuk FK hanya untuk cari gengsi atau biar keren itu SALAH. Kita dididik di dunia kedokteran adalah untuk menjadi ahli medis yang selalu menolong orang orang yang tertimpa penyakit dengan hati yang ikhlas dan sabar . Bukan menjadi dokter yang hanya cari TENAR / GAYA GAYAN .Namun harus benar benar dari hati sanubari kita.Dan kita juga harus tahu alasan kenapa kita ingin jadi dokter dan bagaimana prospek kedepan apa yang akan kita lakukan apabila sudah menjadi dokter.


   Dan disinilah saya sekarang bersekolah untuk menuju cita cita saya.

MASUK FK : BUTUH DOA DAN USAHA part 2

       Namun perasaan takut itu hilang ketika aku naik ke kelas 4 sd dan aku dipilih menjadi seorang dokter kecil.Sebelumnya, aku berpikir “Apa iya orang kayak aku pantas jadi dokter kecil”.Akhirnya mau gak mau aku jadi dokter kecil.
        Sebelum menjadi dokter kecil ada suatu mos / ospek .Dimana mos ini bertujuan tentang pengenalan bagaimana menjadi seorang dokter kecil nantinya.Di mos ini aku mendapatkan pelajaran dari dokter - dokter umum dan ada beberapa dokter gigi yang menjelaskan cara merawat gigi.Di sini aku tambah semangat untuk menjadi dokter . Aku melihat mereka menggunakan jas putih terlihat bersih .Aku menjalani ospek ini selama 3 hari.Kemudian setelah resmi jadi dokter kecil aku diberi pakaian dan topi putih sebagai tanda bahwa aku resmi jadi dokter kecil.Selama menjadi dokter kecil aku juga mendapat jadwal piket.Saat itu aku mendapat jadwal piket setiap hari kamis dan sabtu.Namun suatu hari ketika jadwal piketku tiba tepatnya hari sabtu , aku semacam mendapat cobaan di hari itu. Hari itu tanpa sadar seorang teman ku pergelangan tangannya sempat tergores oleh suatu cutter .Kejadian ini terjadi karena ia tak sengaja terkena sayatan cutter itu saat ia sedang memotong kertas.Darahnya menetes banyak sekali.Inilah cobaan pertama saya menjadi dokter kecil.Disini saya merasa bahwa teman saya itu adalah pasien pertama saya.Saya sempat panik harus berbuat apa karena saya bingung saat itu. Namun, saya memutuskan untuk moncoba tenang dan mengobatinya. Saya mengambil kapas untuk menghentikan lukanya dan juga revanol untuk membersihkan luka.Kemudian saya kasih betadine sebagai antiseptik. Setelah itu saya bawa dia ke UKS untuk beristirahat karena tampaknya saat itu ia tampak lemas sekali.Inilah pengalaman aku ketika pertama kali menolong orang.
        Bertahun – tahun kemudian setelah tamat sd aku melanjutkan ke suatu smp negeri si daerah saya.Di Smp sudah tidak ada namanya dokter kecil lagi.Namun disini aku mendapatkan pelajaran tentang ilmu kedokteran. Loh kok bisa? Emang di smp ada pelajaran kedokteran? Bukan dari pelajaran smp namun dari diri aku sendiri.
        Sewaktu kelas 2 smp aku sempat terkena musibah. Aku terkena penyakit DB (Demam Berdarah). Sebelum terkena penyakit ini aku sebenarnya sudah mengetahui gejala gejalanya. Karena aku sempat menggigil pada waktu malam. Dan di saat itu aku sempat mengira ngira apakah aku benar terkena DB karena saat sd dulu aku pernah ikut lomba dokter kecil dan aku sempat mempelajari materi tentang penyakit DB .Gejala DB yang aku ingat waktu itu ialah menggigil , demam, dan tampak bintik bintik merah di bagian lengan. Namun malam itu aku hanya menggigil seketika aku langsung banyak minum air putih . Setelah itu akupun berhenti menggigil . Di sini aku tenang , aku pikir “oh ga papa mungkin cuma kedinginan”. Berhari – hari kemudian tubuhku berangsur angsur mengalami demam yang naik dan turun.Mengetahui hal ini orang tuaku langsung membawaku di rumah sakit .Inilah pengalaman aku pertama kalinya masuk rumah sakit dan melihat para dokter yang sedang bertugas.Di rumah sakit itu aku di tes darah .Sambil menunggu hasil lab tanpa sadar tanganku muncul bintik bintk merah. Di sinilah aku memvonis diriku terkena DB.Selama dirumah sakit aku sering memperhatikan bagaimana penggunaan infus , penggunaan jarum suntik. Aku merasa excited  dengan hal ini.Semua kegiatan itu membuatku benar benar ingin menjadi dokter yang sebenarnya .Sampai - sampai bahwa aku lupa aku sedangsakit saat itu.
        Berangsur - angsur aku pulih dari sakitku .Namun ternyata pelajaran kedokteran belumlah selesai. Aku diberi pelajaran kedokeran yang lain dari Allah melalui sakit yang lain.Waktu itu aku kelas 3 smp.Aku terkena komplikasi penyakit yakni tipus dan muntaber.Penyakit ini timbul karena aktivitasku yang sangat banyak saat itu.Selama 1 minggu itu jadwalku adalah Sabtu - Minggu mengikuti Les,Senin belajar renang, Selasa dan Kamis bermain basket, Rabu dan sabtu mengikuti ekstrakulikuler karate. Inilah kegiatan yang membuat ku sakit parah waktu itu. Yah, disini ada sisi baik dan buruknya  .Baiknya aku punya banyak teman dan pelajaran baru lagi tentang ilmu kesehatan. Buruknya aku sempat hampir lumpuh selama 1 bulan karena aktifitas ini.
           Selama sakit ini, aku masuk lagi ke rumah sakit untuk ke-2kalinya.Namun di sini aku sempat masuk ruang ICU (Intensive Care Unit).Aku masuk ke ICU karena ternyata dokter di suatu RSUD kurang cepat menangani aku sehingga bukannya bertambah baik malah bertambah buruk.Sehingga, aku haru masuk ICU di RSU di tempat lain Di ICU inilah aku mulai memahami ternyata dokter itu tidaklah hanya ada dokter umum dan gigi saja,tetapi ada juga yang namanya dokter spesialis.Ada 2 dokter spesialis yang merawat ku yaitu spesialis saraf dan spesialis penyakit dalam. Mereka merawatku dengan baik. Dan ternyata yang membuatku hampir lumpuh adalah kurangnya kadar kalium dalam tubuhku karena saat muntaber banyak sekali cairan yang keluar dari tubuhku, selain itu saya juga terkena tipus sehingga tubuhku terasa lemas.Dan didalam ICU inilah saya mulai memahami dunia profesi kedokteran yang sebenarnya.Dimana Kata orang jadi dokter itu hebat , keren ,nyaman. Ternyata dibalik itu semua tak semudah kata kata, aku melihat mereka dari pagi – malam kerja terus dan selalu memantau pasiennya.Dengan beragam sikap pasien dari yang tenang sampai yang ngeyel.Di ICU ini juga aku sempat melihat orang yang meninggal karena kecelakaan. Disinilah aku semacam dapat ilham dari Allah .Akupun berkata “Ya Allah sembukanlah tubuhku , dan aku berjanji akan menjaga tubuh pinjamanMu ini. Aku juga akan membantu orang orang yang memiliki riwayat hidup sepertiku”.Kata kata itulah yang memacu diriku untuk tetap semangat untuk hidup dan semakin meyakinkan diriku bahwa kedepan aku harus bisa menjadi seorang dokter yang sigap dan selalu peduli pada pasienku tanpa mengenal kasta ( kaya/ miskin).Dan juga aku ingin sekali menjadi dokter Spesialis Penyakit Dalam agar apabila ada seorang pasien yang bernasib seperti aku .Aku akan segera menolongnya.

MASUK FK : BUTUH DOA DAN USAHA part 1




Kalian tahu apa itu FK? Banyak orang awam tahunya fk itu adalah fakultas komunikasi eiitts, itu salah. FK adalah fakultas kedokteran.Kali ini aku akan menjelaskan alasanku, kenapa memilih untuk masuk fk. Awalnya menjadi dokter adalah cita cita saya dari kecil.Ketika saya masih berumur kurang lebih 3 tahun aku suka sekali menonton kartun.Entah kartun apa aku lupa hahaha. Namun di kartun tersebut aku menemukan tokoh berpakaian putih dan menggunakan stetoskop sedang menolong orang. Aku awalnya gak paham itu orang kerjanya apa. Aku pun bertanya kepada Ibuku, “Bu itu orang kerjanya apa kok pakai baju putih gitu?”, Ibuku hanya menjawab ,”Itu Dokter dik”. Setelah itu aku baru tahu kalo dokter kerjaanya membantu orang sambil pakek stetoskop .Seketika itu aku berpikir kalo aku udah besar ingin menjadi dokter karena menurutku itu pekerjaan yang menyenangkan. Bertahun – tahun kemudian setiap aku masuk sekolah dari TK – SD dan ditanya orang “Besok adik kalo sudah gede mau jadi apa?” aku selalu menjawab ,”aku mau jadi dokter”. Entah kenapa dibenakku selalu ada kata dokter setiap orang bertanya tentang harapanku kedepan.Namun, suatu ketika saat aku mau pulang sekolah . Waktu itu aku kelas 3 SD, aku biasanya kalau pulang diantar oleh antar jemput. Antar jemput itu sudah biasa jemput aku dan teman teman komplekku. Namun hari itu ada yang beda, hari itu ketika aku dan teman teman ku sedang menunggu seorang temanku lagi yang sedang ada ulangan susulan. Om supir antar jemput itupun berbicara kepada aku dan beberapa teman ku.Ya kusebut Om karena ia merupakan lelaki paruh baya berkumis.berikut beberapa perkataan yang masih aku ingat, (O: Om supit , A: aku , D: Dito ,E=Erwin) 
O : Temenmu si Septian kemana? Udah siang ini kok belum pulang?. (Sambil motong kumisnya yang lebat)
 E: Itu Om lagi ulangan susulan , kemaren kan dia gak ikut gara gara sakit. 
A dan D : iya om tunggu bentar aja
O: Oalah, pantesan lama banget ini mana panas lagi hari ini. Heh, kalian Om mau Tanya.(Sambil berkaca dan melihat kumisnya udah rapi atau belum)
 E dan D : Tanya apa om? (dengan muka polos ya maklum ana sd kalian tahu lah)
 O : Om mau Tanya, besok kalau udah besar kalian mau jadi apa?
 A : Aku Dokter Om! ( dengan sigap aku menjawab)
 D: kalau aku pembalap om , soalnya aku seneng liat balapan mobil seru banget ( sambil niruin suara mobil balap) Ngeengggg Ngeenggg Citttttt gitulah Om.(Ketika ngomong citt ludahnya nyembur nyembur gitu ,hampir banjir tuh dalam mobil) E: Hmm,kalau aku jadi astronot aja om aku pengen liat planet.
 O: Oh bagus bagus ya cita cita kalian. Om mau kasih pertanyaan lagi sama kalian, dari cita cita kalian manakah yang gak bakal tenggelam kalo banjir? (mulailah dengan perntanyaan aneh ) 
A ,D, dan E : Emang siapa om? ( Masih mikir dan belum ada yang bisa jalan)
 O : jawabannya ya Dokterlah (Dengan tegasnya Om supir menjawab)
 A : Kok bisa Om masak iya dokter ga bisa berenang? Om bohong ah ( Aku gak percaya ,dan aku merasa gak terima)
 O : coba sekarang pikir kalo pembalapkan gak mungkin tenggelam soalnya dia bisa naik mobil jadi kalo ada banjir dia bisa berlindung dengan mobilnya, jadi ya gak tenggelam. 
D : Oh iya bener juga ya Om , Nah loh Dokter tenggelam hahah (si DIto ini malah terus mngejekku) E : Terus om kalo astronot bisa tenggelam gak? 
O : Gak lah kan astronot bisa naik pesawat terus terbang aja 
E : Oh iya bener bener Om
 E dan D : Hayo loh!! Dokter ga bisa berenang Sukurin! (mereka berdua dengan kerasnya membully aku) 
A : Ah Bohong ah Om, Curang masak Dokter bakalan tenggelam 
O: Makanya jangan jadi dokter aja, coba pikir kalau ada banjir dokter mau naik apa? 
 Seketika aku hening. Aku juga berpikir “Oh iya ya bener juga kalo ada banjir dokter bisa tenggelam”.Itulah pertanyaan aneh yang dulu aku sempat berpikir untuk ga jadi dokter hanya gara gara takut tenggelam hahaha